Seks dengan ABG Bule

Jam sudah menunjukkan pukul 2.00 siang. Hari ini berlalu dengan sangat membosankan. Meeting tentang implementasi software masih saja berlangsung sedari pagi tadi. Si konsultan yang sok pinter itu masih melakukan presentasi tentang feature-feature softwarenya. Sudah penat pikiranku mendengarnya, sehingga kadang kala aku berpikir.. Kalau saja ini semua cuma film, aku tinggal menekan tombol “fast forward” saja biar cepat selesai. Aku terpaksa ikut meeting ini karena semua board of management datang, termasuk the big boss.., my dad. Baca lebih lanjut

Sex After Chatting

Setelah aku posting beberapa pengalaman sex ku disatu situs sex, banyak lelaki yang kontal alamat imelku, aku bales saja satu persatu untuk membina kontak dengan mereka walaupun hampir semuanya ngajakin aku ngentot, minta fotoku lagi telanjang lah, lagi dientotlah. Dari semua yang kontak aku ada satu yang menarik perhatianku, namanya Adi dari Denpasar. Imelku dengan Adi selalu blak2an sehingga aku juga nulis apa adanya. Adi malah ngirimi aku foto abg yang pernah dientotnya, namanya Susan. ceweknya cantil, toketnya besar dan jembutnya lebat. Yang menarik buat aku umurnya baru 17tahun, tapi kata Adi binalnya luar biasa kalo lagi dientot. Fotonya telanjang bulat dalam posisi telentang dan ngangkang sehingga semua ‘modalnya’ terpampang dengan jelas. Tanpa sengaja, foto Susan terlihat oleh mas Handi ketika aku diskusi dengan dia di kantorku. Mas Handi, customer yang akhir2 ini sering ngentotin aku, iseng buka2 komputerku, dan terlihat lah foto Susan yang sangat menantang itu. Baca lebih lanjut

Abg Tetangga

Minggu sore hampir pukul empat. Setelah menonton CD porno sejak pagi penisku tak mau diajak kompromi. Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. Masalahnya, rumah sedang kosong melompong. Istriku pulang kampung sejak kemarin sampai dua hari mendatang, karena ada kerabat punya hajat menikahkan anaknya. Anak tunggalku ikut ibunya. Aku mencoba menenangkan diri dengan mandi, lalu berbaring di ranjang. Tetapi penisku tetap tak berkurang ereksinya. Malah sekarang terasa berdenyut-denyut bagian pucuknya. “Wah gawat gawat nih. Nggak ada sasaran lagi. Salahku sendiri nonton CD porno seharian “, gumamku. Aku bangkit dari tiduran menuju ruang tengah. Mengambil segelas air es lalu menghidupkan tape deck. Baca lebih lanjut

Nikmatnya Presenter

Aku ikut dalam acara realty show di salah satu tv swasta. Presenternya, Ines, sangat seksi. aku napsu sekali melihatnya. Selama show, bodinya yang bahenol terbungkus dengan tank top ketat dan jeans yang juga ketat. Toketnya yang besar tampak sangat menonjol. Pantatnya yang besar juga tampak sangat menggairahkan.Karena tank topnya sepinggang, puser dan pinggangnya sering terlihat karena dia sangat aktif bergerak. Acara tersebut adalah acara mencari pasangan. Pada satu kesempatan, aku berkata pada Ines : “Aku sih milih Ines aja deh boleh gak. Dari pertama kita ketemu, aku sudah tertarik dengan kamu Nes”. “Kan Ines host nya, gak termasuk dalam prempuan yang mencari pasangannya. Mas boleh milih Ines, Sintia atau yang lainnya”. “Enggak ah, aku milih Ines aja yach”. “Kalo gitu kita omongin diluar acara aja ya mas, macem2 aja si mas teh”, katanya sambil tersenyum. Ketika sampai waktunya harus menentukan aku tidak memilih siapapun. Ines hanya tersenyum ketika aku menyatakan alasanku tidak memilih, “Kan aku maunya milih Ines tapi gak bisa”. Selesai acara yang diselenggarakan disalah satu resort diluar kota, aku nungguin Ines. Lama juga aku nunggunya, akhirnya dia keluar juga dari resort, masih memakai pakaian seksinya. “Ines pulang ama siapa?”, tanyaku. “Sendiri mas, mas mo nganterin Ines pulang”, dia minta to the point. “Bole banget, tapi pulangnya ke tempatku ya”. “Mo ngapain di tempat mas”. “Aku mo ngobrol ama Ines, belum puas ngobrolnya sih”. “Belum puas Baca lebih lanjut

Derita dua gadis

Saat ini ada seorang mahasiswi yang kebetulan sedang tugas magang di pabrik itu namanya Maya, usianya masih 19 tahun dan dia adalah seorang mahasisiwi Fakultas Teknik Industri pada sebuah perguruan tinggi negeri yang terkenal di kota Bandung. Maya cukup lincah dalam bekerja. Gadis cantik itu pintar dan rajin dalam melakukan tugas-tugasnya. Dia memiliki wajah yang imut-imut dan cantik sekali seperti mojang-mojang Bandung umumnya yang memiliki kulit putih bersih. Selama bekerja magang di pabrik itu, Tomi sering memperhatikan Maya. Potongan tubuhnya sintal padat proporsional dengan tinggi tubuhnya yang sekitar 160-an cukup membuat Tomi tertarik perhatiannya kepada Maya. Baca lebih lanjut

Kamar Kos

Pertama-tama perkenankan saya memperkenalkan diri dulu. Biasa teman-
temanku memanggilku Nana (nama lengkap/aslinya ga usah disebut yah),
lahir tahun 83. Tubuhku cukup jangkung untuk ukuran wanita, terakhir
kuukur 172 cm, dengan berat 48kg dan tiga lingkar tubuh 86/60/90.
Rambutku lurus sebahu, wajah lonjong ,dan kulit putih karena aku WNI
keturunan. Saat ini masih kuliah di fakultas sastra di salah satu
universitas swasta di Bandung dan ngekost tidak jauh dari kampusku.
Aku termasuk gadis yang sering ke salon dan modis, maka aku sudah
tidak asing dengan tatapan nakal cowok-cowok di kampus kalau aku
memakai pakaian yang ketat atau agak seksi, apalagi ketika ngedugem
dimana aku memakai pakaian yang lebih terbuka. Dalam percintaan,
secara jujur kuakui aku bukan type yang setia. Aku sudah mempunyai
pacar yang sedang kuliah di Amerika sehingga kami jarang bertemu,
kami sudah berjalan lebih dari tiga tahun dan aku mencintainya, tapi
darah muda dalam diriku melibatkanku dalam beberapa hubungan one
night stand dengan teman kuliah maupun teman dugem, bagiku semua itu
hanya hubungan badan tanpa merubah perasaanku pada pacarku. Baca lebih lanjut

Tukar pasangan di villa

Suatu hari pak Beni mengajak ke 2 balitanya berlibur kerumah neneknya diluar kota untuk beberapa hari. aku tidak diajak. Tahu bahwa abangnya tidak mengajak aku ikut berlibur, mas Budi senyum2 saja kepadaku, “Nes, ada kesempatan nih. Mas Beni pergi dengan anak2 dan kamu gak ikut. Kita juga liburan yuk”, ajaknya. “Mau kemana mas”, tanyaku. “Temenku, Adi, ngajak ke villanya. Dia mau ajak ceweknya, Santi. Kamu ikut ya. Kita have fun lah disana. Mau kan”, katanya sambil tersenyum. Aku hanya tersenyum dan mengganggukkan kepala. Baca lebih lanjut

Tuker pasangan bule

Mas Anto mengajakku lagi ke pulau, dia bilang mau ngentotin aku di tepi pantai. “Emangnya bisa mas”, tanyaku. “Ya bisa aja Nes, sekarang ada bagian pantai yang banyak ditanami pepohonan kecil sehingga agak tertutup”, jawabnya. Aku ya mau aja, terbanyak nikmatnya dientot diudara terbuka, ditepi pantai lagi. Aku belum pernah merasakan sensasi dientot dipantai. Sesampai dipantai, aku segera mengenakan bikiniku dan bersama mas Anto yang hanya memakai celana pendek gombrongnya menuju ke tempat yang dimaksud. Hari itu hari kerja, dipulau gak ada tamunya. Tetapi sesampainya dipantai kulihat ada bule bersama cewek abg. Abgnya montok dan seksi sekali berbalut bikini minim. Gak lama kemudian keduanya sudah bertelanjang bulat. “Mas ada orang”, kataku. “Gak apa, sibule pasti mo ngentotin abg nya juga, kan kita gak saling mengganggu”, jawabnya. “Nes kamu telanjang juga deh kaya abgnya sibule”, kata mas Anto. Aku gak menjawab tapi langsung menyebur ke air yang jernih. Kena air, maka bikiniku yang tipis tidak dapat menutupi apa yang seharusnya ditutupi. Pentilku yang besar dan jembutku yang lebat berbayang dibikiniku. Mas anto napsu sekali melihat itu, segera aku dipeluknya dari belakang dan diremesnya toketku dengan kuat. Kontolnya terasa keras sekali, digesekkannya ke pantatku. “Mas dah napsu ya”, godaku. “Siapa yang gak napsu ngeliat kamu yang merangsang kayak gini”, jawabnya sambil terus meremas toketku. Pentilku diplintir2nya dari luar bra bikini yang sudah kuyup itu. Napsuku pun naik diperlakukan seperti itu. “Nes, lepas aja ya bikini kamu, kan sama aja gak pake apa2, kamu pake bikini aja semuanya udah kelihatan”, katanya sambil menarik tali pengikat bikini di leherku. Segera terbukalah toketku, segera diremes2nya lagi dengan penuh napsu. “Mas, aah”, erangku makin terangsang. Gak lama kemudian pengikat cdku diurainya juga sehingga akupun bertelanjang bulat. Celana gombrongnya kutarik sehingga mas Antopun sudah bertelanjang bulat pula. Kontolnya yang besar sudah ngaceng dengan sempurna, mengangguk2 seirama dengan gerakan badannya. Baca lebih lanjut

Kekuatan cinta

Si Bule petugas Imigration ini mulai membuatku kesal. Dia lebih lama meneliti pasporku dibanding orang-orang sebelumku tadi. Dibolak-balik lagi, padahal visa Italy yang kudapat masih berlaku. Ini memang kunjunganku ketiga ke Roma. Tentu kali ini kunjungan yang berbeda, bukan training seperti sebelumnya, tapi aku melakukan perjalanan ribuan mil kemari hanya punya satu tujuan: Menemui Florence, kekasih gelapku.

Sobatku di Bandung, sebut saja Erwin, barangkali benar. Dia menyebutku gila. Gimana nggak, aku terbang belasan jam meninggalkan keluarga dan pekerjaan. Selama ini dia hanya menyebutku ‘nekat’ untuk affairku yang lain beberapa tahun lalu. Di matanya, berarti aku ‘naik grade’ dengan kenekatanku sekarang ini. Biarlah. Inilah mungkin yang orang sebut sebagai ‘the power of love’. Baca lebih lanjut

Petualangan Akhir Pekan

Namaku Doni, lajang 36 tahun bekerja sebagai asisten manager pada sebuah perusahaan swasta nasional. Aku mempunyai pengalaman menarik pada saat aku sedang berakhir pekan di Anyer, Banten beberapa waktu lalu. Biasanya akhir pekan kuhabiskan dengan clubbing dengan teman-temanku. Tapi kali ini aku ingin sendirian menikmati hari libur yang hanya singkat itu. Nah, sewaktu disana aku ceroboh saat bermain di pantai hingga hp kesayanganku nyemplung di air laut. Gara-gara itulah aku mendapatkan pengalaman menyenangkan yang tak terduga. Baca lebih lanjut