Mbak Parmi

October 26, 2008

Cerita Dari Komentator: Jati P (Terima kasih atas bantuan ceritanya)

Biasanya aku sarapan pagi bersama papa dan mama, tapi pagi itu sarapan sendiri, karena papa dan mama pulang kampung ke Yogya mengajak Sigit, anak mbak Parmi. Di rumah hanya ada mbak Parmi, pembantu asal jawa dan aku.

Selesai sarapan, aku menaruh piring di cucian. Ketika melewati kamar mandi, pemandanganku terhenti memperhatikan mbak Parmi lagi mandi. Badannya membelakangi pintu sehingga tidak sadar pintu kamar mandi setengah terbuka. Tubuh tinggi padat berisi dan rambut hitam lebat panjang basah tersiram air menyebabkan sexku muncul menggebu. Aku segera kembali ke kamar. Disana langsung onani menggunakan pelicin baby oil sambil membayangkan seolah sedang menyetubuhi mbak Parmi. Tiba-tiba terpikir olehku kenapa tidak sekali-kali minta mbak Parmi melayani sexku? Bukankah dia juga pernah memergoki aku lagi onani di kamar?

Aku tidak menyelesaikan onaniku. Dengan penis mengacung tegang tanpa busana bagian bawah, aku menuju kamar madi. Ternyata mbak Parmi sudah selesai mandi dan ada di kamarnya. Kamar mbak Parmi yang tertutup langsung aku buka. Saat itu mbak Parmi sedang mengeringkan badan dengan handuk. Ia menjerit kaget. Tapi secepatnya mbak Parmi aku peluk dan aku dorong rebah ke tempat tidurnya. Ia meronta “jangan…..mas….. aku nggak mau…. Jangan….. aku takut…..”. Aku memaksanya sambil membentak “mbak diam saja…. nurut aku”. Aku semakin kalap ketika mbak Parmi mendorongku dan akhirnya tangan mbak Parmi aku kunci ke belakang. Setelah beberapa kali meronta tidak berhasil, akhirnya mbak Parmi menangis sesenggukan. Aku mengendorkan pegangan tanganku dan mengusap air matanya “Mbak, maafin aku ya…. aku kepingin merasakan. Mbak mau ya…. “. Kemudian mbak Parmi aku tarik berdiri dan aku peluk, aku ciumi. Penisku yang telah kendur kembali berdiri perkasa. Mbak Parmi diam dan kedua tangannya menutup dada dan perut bawah. Sekali lagi aku membisikkan kata “mbak,….. aku sayang sama mbak, maafin. Aku belum pernah merasakan seperti ini, beri aku sekali saja ya mbak….”. Aku usap-usap keningnya dan aku dekatkan mukaku ke mukanya sampai hidungku bersentuhan dengan hidungnya. “Mas…. mbak takut……mbak…. nggak mau…. nanti papa dan mama marah kalau tahu dan …. mbak takut hamil”. Aku peluk mbak Parmi dengan erat dan aku bisikkan kata “Mbak…. aku tahu caranya tidak hamil. Aku tidak keluarkan di dalam dan aku keluarkan di luar seperti onani. Aku ingin sekarang mbak, mumpung papa dan mama juga tidak di rumah. Aku kepingin banget merasakan dari mbak,…. boleh ya mbak….”.

Setelah mendapatkan berbagai bujukan dan rayuan, nafas mbak parmi melonggar dan kelihatan sedikit tenang. Kemudian ia semakin bisa menerima pelukanku yang tidak pernah lepas. Harum wangi sabun yang melekat di tubuh mbak Parmi menambah tinggi gairahku. Badan mbak Parmi aku balik searah dengan tubuhku. Penisku yang tegak berdiri menonjol ke pantatnya. Tanganku mengarah ke dadanya. Ternyata ia tetap tidak mau melepaskan kedua tangan yang menutupinya. Beberapa kali tanganku disibakkan. Akhirnya leherku menjulur dan mulutku menelusuri belakang telinga dengan kecupan lembut dan jilatan merangsang. Perlahan-lahan mbak Parmi bereaksi menengokkan kepala supaya lehernya tidak terjangkau mulutku. Setelah beberapa saat kemudian mbak Parmi bertambah tenang, tanganku berhasil menjangkau ujung buah dadanya. Dengan tarikan dan pelintiran halus di putingnya, mbak Parmi tidak melawan lagi. Tangan kananku melingkar meraba ke perut bawah tapi dengan sigap tangannya menyingkirkan tanganku. Ketika tanganku ke atas menuju buah dadanya kembali, ternyata ia membiarkan saja. Aku semakin yakin bisa berhasil menyetubuhi sehingga jariku dengan pelan mengusap gunung kenyal menonjol. Remasan halus di buah dada mbak Parmi dengan pijitan ke arah depan dan pelintiran perlahan di puting susu, menyebabkan mbak Parmi menarik nafas dalam.

Ketika mulutku mengisap tengkuknya dan kedua tanganku meremas gemas di kedua gunung kembarnya, nafas mbak Parmi mulai memburu. Aku melirik matanya terpejam. Tarikan nafas di mulutnya terdengar mendesis dan kepala yang semula tegak sudah dirobohkan ke pundakku. Aku mendudukkan dan merebahkan mbak Parmi ke tempat tidurnya dengan kaki menjuntai ke bawah. Mulutku mulai menelusuri gunung kembar sambil melepaskan baju kaus yang masih di badanku. Puting kecil kemerahan mulai aku sedot dengan mulutku dan satunya aku memelintir. Semakin ke bawah mulutku bergerak menelusuri perutnya, semakin panjang tarikan nafas mbak Parmi.

Ketika mulutku sampai ke belahan paha, lidahku menjulur memasuki lipatan basah dan menyusup ke dalam. Aku mencari daging kecil seperti yang aku lidat dalam tontonan VCD. Daging itu aku usap dengan ujung lidah. Tiba-tiba mbak Parmi menggelinjang dan tangannya meremas rambutku serta menekan ke dalam. Lidahku liar masuk ke liang vagina dan daging lembut menonjol itu aku permainkan dengan lidahku. Mbak Parmi mengerang lembut sambil nafasnya sedikit tersengal dan kepalanya digoyangkan ke kanan dan kiri, aku segera mengakhiri permainan itu dan ganti penisku menyusup vagina mbak Parmi.

Posisiku berdiri dan badan mbak Parmi rebah di kasur dan kakinya menjuntai ke tanah. Ketika ujung penisku menyusup di ujung liang senggama, mbak Parmi membuka pahanya lebar sehingga memudahkan aku memasukkan penis. Untuk lebih memudahkan, maka kedua kakinya aku letakkan di atas pundak. Aku merasakan nikmat ketika penis makin masuk ke dalam dan akhirnya …. bles…. sampai pangkalnya. Tarikan dan dorongan sambil gerakan diputar menyebabkan gerakan kepala mbak Parmi ke kiri dan kanan semakin sering. Tiba-tiba ujung penisku seperti disedot dalam vagina sehingga aku mengocok maju mundur lebih cepat. Mbak Parmi tiba-tiba mengejang dan pantatnya diangkat sambil mendesis suara tertahan “…….mmmaaass…….ssss…..ooohhhahhh…..sessss…..aauuw…..ssss….”. Di penisku terasa ada gerakan denyut yang memeras. Begitu nikmat sehingga ujung penisku merasakan ada sesuatu yang mau keluar. Dengan cepat penisku aku cabut. Tumpahlah maniku di pahanya dan jatuh di ubin. Terasa badabku ringan dan otot-otot mengendur santai. Kemudian aku tertidur disisi mbak Parmi. Hari itu perjakaku hilang untuk mbak Parmi.

Aku terbangun dan mbak Parmi tidak ada disisiku. Aku mencarinya karena kawatir mbak Parmi minggat dari rumah. Aku menemukan mbak Parmi di gudang belakang duduk di lantai sambil menangis. Aku dekati dia dan aku usap rambutnya yang hitam panjang. Aku bisikan kata-kata “mbak, maafin aku ya….. aku telah khilaf membuat mbak Parmi marah”. Kemudian aku berkotbah tentang moralitas dan kebutuhan sex perempuan “mbak… bayangkan kalau aku tidak dikasih mbak Parmi, berarti aku dengan pelacur kan…. Mbak Parmi pasti tahu seusiaku seperti ini kebutuhan penyaluran pasti sangat besar”. Kepala mbak Parmi aku jatuhkan ke pundakku “begitu juga kalau wanita nggak pernah melakukan senggama, dia cepat tua dan bisa kena kangker lho… dan yang menakutkan keinginannya bisa hilang..” Khotbahku panjang lebar mulai meluluhkan hatinya “Apapun yang telah terjadi…. aku berterimakasih aku lebih memilih mbak Parmi yang pasti bersih, sehat dan pernah punya pengalaman. Disamping itu mbak Parmi sangat sayang padaku”. Setelah aku merayu cukup lama, akhirnya mbak Parmi mau ku ajak makan siang. Untuk menambah kemesraan, sesekali mbak Parmi aku suapi.

Sambil makan aku mengemukakan keinginanku merasakan lagi. Semula mbak Parmi menolak, tapi akhirnya dia bersedia dengan syarat tidak boleh ada yang keluar dalam rahimnya. Aku setuju dan aku juga meminta ke mbak Parmi kalau merasa nikmat dan kepingin menjerit, jangan sungkan-sungkan. Kemudian aku keluar sebentar membeli jamu biar bisa main lebih lama. Mbak Parmi aku minta menutup semua pintu agar tidak ada tamu yang mengganggu.

Aku dan mbak Parmi mandi bersama. Elusan dan remasan di buah dada dengan sabun cair menyebabkan mbak Parmi seperti tersihir dengan menciumi pipi dan bibirku seperti kesetanan. Kelihatan sekali nafsu mbak Parmi tiba-tiba berkobar luar biasa. Shower air hangat aku buka untuk mengakhiri mandi bersama. Mbak Parmi aku peluk menghadap ke depan di bawah shower air hangat sambil kedua tanganku meremas dan menarik buah dadanya. Aku merasakan gejolak nafsunya mbak Parmi telah sampai puncak dengan ditandai dia menarik penisku untuk dimasukkan ke vaginanya. Secepatnya aku dan mbak Parmi mengeringkan badan dan menuju kamarku.

Pantatnya aku ganjal bantal sehingga vaginanya menonjol lebih tinggi. Aku susupkan penisku setahap-setahap dan tiba-tiba tanganku diraih mbak Parmi diletakkan ke buah dadanya. Aku remas kedua gunung kenyal itu dan pinggulku bergerak maju-mundur, sesekali diputar dan dalam hitungan tertentu hanya tudung penis yang masuk dan saat berikutnya dengan gerak menggenjot seluruh penis masuk sampai pangkal pinggul. Mbak Parmi menggoyangkan pantat dan kepalanya bergerak kanan kiri.
“Ooooohhhhh……..aaaahhhhhhh……sssstttttttt……ttterrrruuuuuusssss ……… yaaaaaaahhhhhh.. mbbaaakk….. ma..u.. keluaaaarrrrrr ….. oohh..oohh..oohh…aahh..aahh..” . Mbak Parmi tidak malu lagi mengeluarkan suara rintih dan jerit kenikmatan. Remasan di penisku dan suara rintih dan jerit kenikmatan yang dikeluarkan mbak Parmi menyebabkan aku tidak kuat menahan lebih lama. Ujung penis yang semakin mendesak menyebabkan aku cabut dari liang vagina dan …. croott……crootttt……croott…. maniku muncrat ke perut mbak Parmi.

Hari itu aku dan mbak Parmi bermain sampai puas. Pagi harinya mbak Parmi aku ajak ke dokter untuk pasang susuk KB. Sejak saat itu aku tidak perlu mencabut penis setiap kali maniku muncrat. Nikmat dan nikmat paling tinggi rasakan ketika penis dalam cengekeraman vagina disodokkan sampai pangkal sambil memuncratkan air mani.

Selesai


Hasrat pada pembantu rumah tangga yang tertahan

September 20, 2008

Cerita Dari Komentator: sori (Terima kasih atas bantuan ceritanya)

Kakak aq mempunyai seorang pembantu yg berasal dari desa. Orang nya agak pemalas dan suka jalan jalan walaupun wajah nya agak biasa aja, tapi orang nya sangat ceria, itu yg saya suka dari dia dan sangat mudah bergaul enak di ajak bercanda kadang banyak jutek dan mau nya. Karena daerah ku suka listrik padam maka aq dan dia sering naik kelantai atas duduk sambil cerita cerita kadang2 sambil makan ( beli gorengan, bakar-bakar,dll (g yg jorok2))

Suatu hari dia akan pulang kampung alasannya mau menikah dengan pacarnya, maka kakak mencari seorang pembantu lagi.

Waktu itu Mereka bedua sedang bersih bersih dan menemukan buku novel, judulnya agak porno sih, berbau porno lah gitu deh. Karena di rumah sepi makan kami bertiga membaca buku tersebut. lalu aq bertanya kepada inem (bukan nama sebenarnya),kamu udah beli tiket blom, kerena dia udah mau pulang 2 hari depan maka aq marah kepadanya dari pada g dpt tiket pulang, lebih baik aq mengantarnya naik sepeda motor membeli tiket.

Gara2 membaca buku tadi diperjalanan dia memjepit kedua belah paha nya ke paha aq kadang dia mendekatkan dadanya kepunggungku,kerap aja adekku naik. sampe di tempat beli tiket aq dia ternyata membeli tiket untuk besok paginya pulang. Karena merasa kangen aq gmn aq menyuruh nya untuk menundanya sampe besoknya lage, karena ini malam akan mati lampu, aq juga kangen sama dia karena tlah lama aq berteman sama dia walaupun dia seorang pembantu. Ia pun menyutujuinya kubilang ntar malam kita bakar cumi cumi aja sambil mengajak atik (bukan nama asli) bakar bakar di lantai atas(seperti yg kami lakukan waktu mati lampu)dan dia pun pergi ke pasar dekat pantai untuk membeli cumi cumi. di tengah jalan aq mengodai dia kalo dia memakai bra spon, dada nya ukuran kecil hehe.

Malam Harinya g jadi bakar bakar, karena lupa beli arang. setelah abis makan kami pun naik ke lantai atas sambil membawa tikar duduk duduk cerita cerita, si atik (pembantu baru) lage ada di kamar nya, aq pun menyuruh inem untuk memanggil atik untuk naik keatas karena angin pada malam itu sedang bertiup sepoi ( enak dari pada di bwh kepanasan ). atik pun naik karena mungkin kelelahan karena bersih bersih atik pun turun tidur. Sisa aq dan inem yg lage cerita cerita, ga lama berselang dia katanya mau tidur diatas karena kepanasan di kamar dan ada atik pula di kamar, dia naik sambil membawa bantal kepala. sambil cerita cerita g lama listrik nyala. aq pun menyuruhnya turun untuk tidur di bawah aja. Tapi dia tetap bersikeras untuk tidur diatas. aq pun memutar otak untuk menganggu dia. kubilang kepegang pantat lo kalo g mau turun ke bawah, kuhitung sampe 10, kupegang dada mu, kupeluk lo dari belakang (tapi g kupegang kok hanya menggertak kok) tapi dia tapi g mau beranjak. lama ku terdiam, aq pun mengocar-ngacir rambutnya. sebel sebel ku tarik bantalnya dia pun bangun dah marah marah. Aq pun melempar bantal itu ke dia, sambil menggulung tikar, tapi dia dengan cepat tidur kembali ke atas tikar itu aq pun marah. habis pun akalku.

Aq pun memegang pantai inem, mengoyang goyangkannya, sebel dia g menghiraukan aq. sebel sebel aq menjengkal dia dari kaki sampe pantat pake tangan, dari pantat sampe kepala.
kubilang jika aq tidur dgn dia posisi dan tinggi nya pas deh dengan gaya apapun. Karena dia masi tetep tidur aq pun tidur sambil memeluk dia dari belakang, adek gw yg dari tadi naik kini naik lage dikit.kurasakan pantatnya mulai memanas. aq pun menarik badanku. sambil berkata nem lo turun aja tidur di bwh, dari pada disini lo ntar masuk angin dan aq mulai berpikiran kotor nih. kutidur lage memeluk dia dari belakang sambil mendeketkan adik gw ke pantat dia. napas nya kini mulai satu satu, jantungnya berdetak agak cepat sedikit. kucoba untuk tidak berpikir kotor hanya untuk membuatnya mau turun dan tidur di kamarnya bersama atik.Karena cape aq berusaha aq pun tidur sambil memeluk dia. napas kami 1 1.

g tau dari mana tangan ku mulai menjelajahi dadanya, ku pun mencium rambutnya dah lehernya. tangan kiri ku membelai kepala dan rambutnya. lalu turun lagi payudaranya yg mengencang ( plus bra spon hahahahah). turun ke perut terus ke selangkangannya, terasa agak panas. kugesek gesek dikit dengan lembut. Mungkin kalo cewe digituin mungkin marah tapi dia hanya terdiam aja, mungkin udah terangsang ato gmn aq g tau, aq hanya ingin dia turun kebawah jadi aq g sepenuhnya tegang, napsu itu ku kontrol. aq pun lebih dengan yg lebih berani mendekatkan adek gw ke pantat dia sambil memeluk dia aq tidur disampingnya. sambil mengusap2 selangkangan dia dan mengosok v dia dengan jari tengah tangan kiri, kurasakan napas dia satu satu, aq pun mengikuti jalur napas itu. tangan kiri ku kini menjejelah payudaranya kembali lalu kembali ke bagian bawahnya kembali.

kuberbalik badan kearah mukanya dan tidur didepan dia membelai rambutnya, lalu tanpa basa basi ku cium dia. ciuman kedua kalinya insting apa ?? aq mempermainkan lidah kurasakan giginya mengigit kecil lidah ku. sambil kunikmati lidahku digigit dia ku mendekatkan tubuh mendekap dan mau menindih dia bwh ku udah goyang goyang. pada saat itu kakinya mulai melingkari paha ku maka makin dekat deh adek gw ke bagian bwh dia. rasanya panas tiba tiba adek ku menyeruduk ke bagian atas cawat ku aduh sakit kejepit,rasanya ngaceng 120% aq pun tersadar bahwa aq telah berbuat salah.

serentak kubangun dan mulai menenangkan pikiran, sambil meminta maaf nem sori nem nem maaf nem, kulakukan berulang2. sambil liat hp aq berkata wow mau 2 jam aq warming up, dalam pikiran gmn bila berlanjut apa yg telah kulakukan gmn jika aq mulai membuka baju celana dll. apa yg telah kulakukan pada anaknya orang. kini yang dalam pikiranku hanya rasa bersalah sambil meminta maaf. akhirnya dia bangun lalu berjalan menjauhiku, cepat cepat kutangkap tangannya. aq ku pu meminta maaf lage berulang2, dia berkata iya dengan juteknya. mungkin terima ato g perlakuanku tadi, ku lepas tangannya. sambil turun di biarkan tikar diatas atik tidur dengan pintu kamarnya kebuka, dia tidur dengan baju agak tersingkap ke atas dan resleting celana terbuka, kuberkata ew perut kelihatan n cd merah. inem cepat cepat masuk kamar dan menutupnya. aq pun tiduran di sofa sambil berpikir mungkin itu gara2 buku yg di baca tadi.tapi bagus juga sebagai pengalaman untuk malam pertama dia sama suaminya hehe. adek gw masi ngaceng nih ku berpikir juga aduh aduh knp g kulanjutin saya tadi di atas kan bisa tanpa membuka pakaian yg penting keluar dolo T_T.

Akupun tidur di kamar besoknya aq bangun pertama kali ku cari dia. dia selalu menhindariku. ku ikuti dia terus sambil minta maaf terus.cape kuputar lagunya lyla tahta ungu juga.akhirnya aq dpt berbicara dengan dia.akhirnya dia mau memaafkan ku, dia bilang gpp kok ya udah lupakan aja, tapi jgn bilang sapa sapa, tapi aq masi rasa bersalah, cuma ta bisa kulupakan, makanya kutulis disini mungkin sebagai saring ato apa kek mungkin untuk memindahkan memori jadi memori dalam otak gw bisa di hapus. g lama kemudian dia mau duduk cerita cerita dan ceria kembali aq pun lega melihat keceriaan dia dan g merusak anaknya orang.

esoknya dia pergi. atik mulai melirik ku yg g bener dan kadang mengosok perut dengan tangannya kearah atas aq ku menjauhhinya. dah tobat ku bilang dalam hati. mohon jgn menghina, berkata aq bodoh bahkan mereplay ini. ntar aq bersin bersin loh.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers