Perawanku oleh selingkuhku

Namaku Pipit, kisah nyata ini terjadi pada tahun 1996-1997. saat itu aku berusia 17 tahun. Aku tinggal di Bandung dan telah bekerja di sebuah perusahaan swasta. Aku telah memiliki seorang kekasih, Gunawan namanya, seorang mahasiswa PTN terkenal di kotaku. Aku telah berpacaran hampir satu tahun dengannya. Orang bilang aku cantik, kulitku putih dan tubuhku padat berisi dengan payudara, pinggul dan pantat yang besar menonjol.

Kisah ini berawal ketika pada suatu hari minggu aku menelepon di sebuah wartel sehabis berjalan-jalan. Ketika aku selesai menelepon pandanganku tertuju pada seorang laki-laki tampan, berkulit putih dan tubuhnya tinggi atletis. Kelihatannya dia seorang indo. Kebetulan aku sudah akrab dengan penjaga wartel, Mas Dawi. Aku kemudian dikenalkan oleh Mas Dawi kepada laki-laki itu. “Iyan” katanya menyebutkan nama. Iyan kemudian menawarkan jasa untuk mengantarku pulang dengan motornya. Aku tidak menolak tawarannya itu. Di rumah aku kemudian terlibat perbincangan dengannya. Jujur aku sangat tertarik padanya karena dia tipe cowok idamanku.
Nama lengkap Iyan adalah Alfian Alrizal. Indo Solo-Belanda. Usianya baru 18 tahun. Dia tinggal di Jakarta. Dia ke Bandung mengunjungi pamannya yang seorang perwira Polri karena Iyan bermaksud untuk masuk Akpol. Pertemuan itu sangat berkesan untukku walaupun ada perasaan bersalah kepada pacarku. Sejak saat itu aku sering kontak melalui telepon dengan Iyan tanpa sepengetahuan pacarku.
Pada suatu hari Sabtu pagi aku bermaksud berangkat kerja. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh sebuah sapaan: “Hei Pit, mau kerja ya?”. Ternyata Iyan sudah berada di sampingku dengan motornya. “Eh, iya Yan”, jawabku. “Udah deh, hari ini kamu nggak usah kerja, temani aku jalan-jalan ya?” pintanya. Aku bingung menjawabnya tapi akhirnya aku menganggukan kepala. kami kemudian berkeliling Kota Bandung dengan sepeda motornya sambil bercanda-canda. Tiba-tiba dia berkata, “Pit, kita mampir ke temanku yuk, dia sedang menginap di sebuah hotel”, katanya, “Ah, jangan Yan, aku malu”, jawabku. Iyan kemudian membujukku sehingga akhirnya aku bersedia.
Setibanya di sana aku dimintanya menunggu di parkiran sementara Iyan masuk ke dalam hotel. Tidak berapa lama Iyan kembali. “Pit, temanku sedang keluar, tapi dia menitipkan kunci di resepsionis, kita tunggu di dalam yuk”, bagai kerbau dicocok hidung aku menurut dan mengikuti Iyan ke kamar hotel di lantai dua. (dikemudian hari aku sadar bahwa itu hanya akal bulus Iyan untuk memancingku ke kamar hotel).
Sesampainya di dalam kamar Iyan membaringkan tubuhnya di kasur dan langsung menarik tubuhku ke atas kasur. kami kemudian berciuman. Tangannya mulai menggerayangi payudaraku, aku menggerinjal kegelian. Melihat itu Iyan semakin bernapsu, tangannya meremas-remas payudara dan memainkan puting susuku yang mulai mengeras.
Iyan kemudian menyingkap baju dan membuka BH-ku, maka tampaklah susuku yang putih besar dengan putingnya yang berwarna coklat. Iyan dengan rakus melumat kedua puting susuku bergantian. Air liurnya membasahi kedua putingku. Aku benar-benar dibuatnya lupa diri. Tiba-tiba Iyan menurunkan celananya, maka tampaklah penisnya yang sudah berdiri menonjol keluar. Tangan Iyan membimbing tanganku untuk menjamah penisnya. Aku kemudian mengocok-ngocok penisnya dengan perlahan. Iyan terus melumat susuku sambil tangannya meremas-remas pantatku.
“Pit, aku pengin dikulum sama kamu”, katanya sambil terengah-engah. Aku awalnya menolak karena aku belum pernah melakukannya. Tapi Iyan langsung berjongkok di depanku dan menyorongkan penisnya ke mukaku. Dengan enggan aku mulai menciumi kepala penisnya yang bulat besar. Lendir birahi terlihat di lubang kencingnya. kemudian aku mulai mengulum penisnya, sensasi yang baru pertama aku alami ini semakin membuatku lepas kontrol. Iyan memaju-mundurkan pantatnya sementara mulutku menyedot-nyedot batang penisnya. Memekku sudah basah kuyup oleh lendir birahiku.
Iyan kemudian melepas celana jeansku. Maka tampaklah gundukan memekku yang tebal terbungkus celana dalam. Iyan mengusap-usap memekku sementara aku terus mengulum penisnya. Iyan sudah dirasuki berahi, dengan keras dia menarik celana dalamku. Tiba-tiba Iyan merunduk di selangkanganku, lidahnya menjilati memekku dan menghisap bibir kemaluanku, bahkan itilku digigitnya. Aku menjerit kecil karena nikmat. Memekku sudah basah kuyup oleh air liurnya.
Iyan kemudian berjongkok di selangkanganku, nampaknya dia sudah mulai mau menyetubuhiku. “Jangan Yan, aku masih perawan, jangan dimasukan penismu’, pintaku sambil berusaha merapatkan kedua pahaku. “Pit, aku janji akan bertanggung-jawab, aku akan melamarmu kepada orang tuamu”, rayunya. Bujuk rayunya membuatku melayang, wanita mana yang menolak dilamar oleh pria setampan Iyan. Aku benar-benar lupa segalanya, lupa bahwa aku sudah punya seorang pacar yang sangat menyayangiku.
Perlahan-lahan Iyan mendorong penisnya ke dalam lubang memekku, awalnya dia kesulitan menembus gerbang perawanku, tetapi karena memekku sudah basah kuyup maka tak berapa lama kepala penisnya mulai masuk. Aku meringis menahan sakit. Iyan menindih tubuhku untuk mencegah aku berontak karena kesakitan. Akhirnya penisnya masuk ke lubang memekku, Iyan mulai menaik-turunkan pantatnya perlahan dan semakin cepat. aku menggelinjang antara menahan sakit dan nikmat, bibirku kugigit sendiri karena rasa ngilu.
Gerakan Iyan semakin cepat menyodok-nyodok memekku. Bibirnya dengan ganas menciumi leherku. Tiba-tiba aku merasa seakan melayang. Ternyata aku mengalami orgasme, pengalaman pertama yang aku alami. Tak berapa lama Iyan mengejang “Ah, Pit, aku mau keluar, memekmu enak sekali pit”, erangnya. Tiba-tiba Iyan mencabut penisnya dari lubang memekku dan muncratlah cairan putih kental dari penisnya membasahi perutku. Wajah Iyan tampak menegang ketika ejakulasi, Iyan mengocok-ngocok penisnya sampai cairan spermanya habis, kemudian Iyan tersungkur di sampingku, dipeluknya tubuhku dan diciumi bibirku. Kami kemudian tertidur karena kelelahan.
Jam 3 sore kami terbangun, aku melihat sprei kasur terkena noda darah perawanku, aku menangis dan Iyan kembali membujukku sehingga aku mulai tenang. Kami kemudian mandi dan Iyan mengantarku pulang. Ibuku curiga melihatku pulang tidak seperti biasanya, apalagi diantar oleh Iyan. Aku berbohong dengan mengatakan aku pulang kerja cepat karena sakit dan kebetulan bertemu Iyan di jalan. Malam harinya Pacarku datang apel, aku betul-betul merasa bersalah tetapi bayangan Iyan akan melamarku membuatku bersikap tenang.
Tetapi ternyata janji Iyan palsu belaka. Dia seolah menghilang sejak kejadian itu. Aku kesulitan menghubunginya. Pacarku mulai curiga karena aku sering uring-uringan dan tampak melamun, tetapi aku berhasil mengelabuinya dengan mengatakan aku sedang nggak enak badan dan sedang bad mood. Dua tahun berlalu, Iyan tidak pernah kembali, apalagi melamarku. Aku menikah dengan pacarku pada tahun 1999, tetapi prahara baru saja dimulai. Suamiku mendapat kabar mengenai perselingkuhanku dengan Iyan dari Mas Dawi penjaga wartel, ternyata Iyan sempat menceritakan kejadian di hotel itu kepada Mas Dawi, dan Mas Dawi yang kebetulan kenal dengan suamiku membocorkan rahasia itu. Rumah tanggaku akhirnya berantakan. Aku bercerai pada tahun 2001. Aku mencoba menjalani hidup dengan semua bayang-bayang kelam akibat perbuatanku sendiri.

3 thoughts on “Perawanku oleh selingkuhku

  1. Berzina memang nikmat, namun berbanding lurus dgn kesengsaraan yg akan diterima. Lebih baik tahan nafsu dulu, kalau memang sudah saatnya dgn yg halal/pasangan sah secar agama, silahkan puas2in ngentotnya. Dah enak berpahala lagi. duh enaknya ngentot sama suami/ istri sendiri.

KOMENTAR YANG BERISI ALAMAT EMAIL, NO. TELP/HP ATAU PIN BB PADA BOX KOMENTAR AKAN DIHAPUS OLEH ADMIN (SPAM)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s