DI ATAS KA ARGOBROMO

Tepat pukul 20.00. KA Argobromo mulai berjalan pelan meninggalkan stasiun Gambir. Sementara itu dari sound system terdengar suara merdu pramugari KA yang mengucapkan selamat datang.

Di kursi 5A tampat seorang bapak yang mulai terkantuk-kantuk, sementara di sebelahnya duduk Mohtar yang sedang terbengong-bengojg memikirkan tugas esok hari di Surabaya. KA sudah melewati stasiun Jatinegara,para Pramugari dan Pramugara sudah mulai membagikan makan malam. Seorang pramugari cantik mendekati Mohtar sambil berucap, “Selamat Malam Pak?” sambil memberikan nampan berisi hidangan kepadanya. Tangan Mohtar yang berada di pinggir kursi menjadi terjepit kaki sang Pramugari, yang kemudian buru-buru menyadarinya dan langsung meminta maaf. Mohtar hanya tersenyum dan sekilas ia membaca nama di dada pramugari tersebut, Santika (nama samaran).

Tak terasa 3 jam sudah berlalu dan KA sudah melewati stasiun Cirebon. Untuk menghilangkan rasa jemu, Mohtar kemudian pergi ke restorasi. Tak disangka disana ia bertemu lagi dgn Santika, yang kemudian dilanjutkan dengan berkenalan dan ngobrol.

Tiba tiba KA terasa bergoyang dan Santika terdorong dari kursi restorasi yg tinggi itu dan menabrak Mohtar. “Aduh, maaf ya Mas……Maaf?”, kata Santi. “Ah…nggak apa-apa koq”, balas Mohtar, padahal sebenarnya ia merasa senang karena toket Santi sempat terkena tangannya. Setelah nobrol ngalor-ngidul, tak terasa tangan Santi sudah meremas-remas tangan Mohtar. Sepertinya dia ‘gatelan’ juga. Tubuhnya makin mendekat, sehingga toketnya mepet dengan lengan Mohtar. Merasakan hal ini, berangsur-angsur ‘Jojon’nya Mohtar menjadi naik.

Santi juga tampak gelisah, sampai akhirnya ia mengajak Mohtar untuk mengikutinya. Bagaikan kerbau dicocok hidungnya, Mohtar mau saja mengikuti Santi. Mereka menuju ke arah depan, sampai akhirnya mereka tiba di gerbong terdepan, yaitu gerbong mesin yang dipergunakan untuk menggerakkan AC KA tersebut. Santi langsung mematikan saklar pembuka pintu otomatis yang menghubungkan dengan gerbong penumpang sehingga pintu tsb menjadi terkunci. Dari gerbong itu, lumayan terdengar suara mesin diesel lokomotif yang berada di depan gerbong mesin tsb. Tampak di dalam gerbong tsb. mesin AC yang segede gajah dan dilindungi oleh kerangkeng besi. Diujung gerbong ada ruangan kecil yang kosong dan beralaskan tikar. Biasanya disana ada beberapa penumpang gelap, tapi kali ini kosong karena sedang ada razia.

Santi langsung saja menciumi Mohtar dan berusaha membuka retsleting celana Mohtar dan kemudian meremas-remas kontol yang merah dan sudah membesar. Mohtar meraba-raba kedua toket Santi, sehingga Santi menjadi menggelinjang dan mendesah-desah, “ah…ah…terus…”. Langsung saja Mohtar membuka baju dan rok seragam warna birunya Santi dan juga membuka BHnya, kemudian muncul sepasang toket yg lumayan gede (no.36 B) dengan pentil yang menantang yang segera dikulum-kulum oleh Mohtar.

Santi makin tidak tahan, ia lalu memelorotkan sendiri celana dalamnya dan memeknya yang berjembut jarang-jarang itu tampak basah dan langsung saja disambut oleh lidah Mohtar yang menjelajahi kelentitnya. “Aduh…Mohtar…aow..aoww…” serunya, sementara memeknya makin banjir. Kemudian Mohtar menggeser tubuhnya sehingga kontolnya tepat berada di mulut Santi, yang tidak ragu-ragu lagi langsung menghisapnya. Goyangan KA membuat hisapan/sepongan Santi makin nikmat. Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya Santi menungging dan Mohtar mulai menyodokkan kontolnya kedalam lubang memek Santi yang langsung menyambutnya dengan desahan keras, “Ahhhhhhh…!!!!!” yang langsung tenggelam tertelan suara mesin. Mereka berdua saling menggoyang hingga hampir mencapai klimaks. Ketika merasa pejunya hampir keluar, Mohtar segera mencabut kontolnya dan langsung dikocok oleh Santi. Beberapa detik kemudian, segera muncrat peju Mohtar yang langsung membasahi muka Santi tetapi sebagian pejunya muncrat ke arah mesin dan jatuh tepat di atas mesin yang panas tsb dan langsung berasap karena menguap dan mengering. Sebelum membereskan pakaian , mereka sempat berciuman sambil bertelanjang beberapa saat dan kemudian kembali ke gerbong penumpang.

Pukul 04.00 pagi, Santika sudah bertugas kembali membagikan lap penyegar muka dan memberikannya ke Mohtar yang tersenyum, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sesampainya di Surabaya, Mohtar segera membereskan tugas-tugasnya agar selesai hari itu juga, sehingga sorenya ia bisa pulang ke Jakarta dengan kereta yang sama dan tentu juga pramugari yang sama…..

Memek Basah

Satu pemikiran pada “DI ATAS KA ARGOBROMO

KOMENTAR YANG BERISI ALAMAT EMAIL, NO. TELP/HP ATAU PIN BB PADA BOX KOMENTAR AKAN DIHAPUS OLEH ADMIN (SPAM)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s