VT4

Thanks Wiro, gue bisa seneng banget punya kesempatan untuk menulis sesuatu di CCS. Walaupun baru kali ini gue tulis cerita ini (well, honestly ini true story and kejadiannya hampir setahun yang lalu… walaupun boleh dibilang basi tapi ini merupakan memori yang gak bakalan gue lupakan)

Gue sekolah di Eropa, tepatnya negara di B. Semasa gue sekolah gue punya pacar orang Rusia. Gosh, jujurnya dia cantik bleh, gak asli Rusia tapi campuran antara Turkish juga (great deal deh!) Gue gak nyangka kalo dia bisa jadi pacar gue, namanya juga jodoh sih buat apa dipikirin. Panggil aja dia Uaisova, dengan badan yang tinggi sekitar 170 an dan besar dada sekitar 36an (entah deh yang tepatnya) tapi gue sempet ‘kejadian’ sama doi.

Waktu itu, gue lagi belajar di kamar gue, eh dia ketuk kamar gue (maklum, kamar doi di lantai atas kamar gue) — lalu shortly dia tiduran di atas ranjang gue sambil panggil nama gue (call gue ‘Chick’ deh) humm.. dia bilang hari ini panas yah, well, setahu gue waktu itu bulan November and angin lagi dingin banget.. yah, kamar gue emang rada panas (habis gue pasang heater kamar gue rada panas — maklum biasa di Jakarta sih). Yah gue bilang aja that ‘you could make yourself comfortable’ — gue lagi emang asyik kerjain skripsi gue sih waktu itu. Eh tahu-tahu gak dinyana — doi buka bajunya tinggal bra and underwear-nya aja, gulp.. gue kaget juga rada bingung, gila banget yah — kontan aja deh gue tutup tirai jendela gue (takut kalo apartemen di seberang tempat gue ngintip…egois juga yah?!) Lalu, gue terus terang masih kayak orang terhipnotis (bengong kayak kambing bego).. and she called me up to come and accompanying her (uh uh…) Yah, karena dia pacar gue, nurut aja deh (yah namanya juga kesempatan.. little devil juga deh gue!) Doi touched gue punya barang yang emang pada saat itu udah mengeras. Gue berusaha nahan diri waktu itu, dengan coba pasang TV..sialnya gue jadi makin horny gara-gara VT4 (local TV) pada saat itu lagi ‘night’ movies yang XXX banget (kacau deh).

Dan dia juga saat itu kelihatannya entah kenapa kok ‘face’nya dia redish banget (merah kayak kena sun burn) uf..uf..nafsu kali yah. Dia juga lihat itu film dulu dan kontan dia cengkram gue punya kedua tangan gue and dia sitting di atas gue (wah, gue padahal masih pakai baju lengkap..gawat gak tuh!) terus, dia kontan buka celana pendek gue dan langsung menghisap batang gue yang emang udah keras dari tadi…kontan aja gue geli agak kelojotan..lucu banget tampang gue waktu itu kalo gue inget rasanya…
mmmmpppppphhhh….mmmuummpphh…hhhh…sllurp… sekitar 5 menit lalu gue gak tahan banget… gue stop dia dan gue udah kayak kesetanan, gue buka baju gue and gue balikin dia, gue di atas dia and gue jilatin gantian seluruh dadanya yang udah rada mengeras…da..chick moi…strasvyotje (yes, Chick darling hurry up!) gue sempet dijambak karena gue jilatin juga dia punya pussy.. (damn, strange smells sih… soalnya gue belum pernah having this course — virtul with XXX movies sih OK..but this one)
aaaaaaahhhh…aahhh..hhhh….da…da…uummppphhhh.. dia agak mengejang setelah gue jilat dia punya pussy around 5 menit… lalu dengan nafsu juga gue langsung aja menjilati dadanya lagi, dan setiap kali gue hisap, tangan gue juga gak kalah nakalnya hingga ia melenguh panjang. Entah kenapa gue bisa begitu otomatis lagi expert, then gue masukkan lidah gue ke dalam sela-sela bibir kemaluannya dan mulai menjilatinya naik-turun. Dia terengah-engah… Demikian pula gue (lupa daratan deh). Dia mengerang panjang, ‘hhhh….ahhhh…eggghhhhhhh……..phinjve-tyeh Chick moi..!’ (…put it inside Chick darling!) Dia tampaknya sudah benar-benar capai akan permainan ini dan menginginkannya cepat berakhir, maka gue mulai menuntun batangan gue ke bibir kemaluannya.
Gue menggerakkan batangan gue naik-turun. Dia mendesah. Aku naik ke atas tempat tidur dan berbaring terlentang. Gue minta dia naik ke atas badan gue lagi. Lalu gue minta dia memasukkan batangan gue ke dalam kemaluannya. Dia sudah tidak sabar. Sambil terengah-engah dipegangnya penis gue dan dituntunnya ke pintu vaginanya. Gue kontan mendesah, ‘ahh…Svachika*….ahhh….’ (*my darling). Mata gue terpejam saat dia memasukkan penis gue ke dalam vaginanya. Gue minta dia untuk mengendalikan permainan agar dia dapat mengurangi rasa sakit yang dirasakan, soalnya dia agak kaget melihat batang penis gue yang masih keras banget. Dia memasukkannya dengan sangat pelan, tapi konstan. Saat masuk seperempatnya dia berhenti dan minta dicium. Gue mengangkat kepala sedikit dan dia menghampiri bibir gue. Bibir kami bertemu dan berpagutan sementara itu dia kembali menekan tubuhnya sehingga penis gue masuk makin dalam. Setelah sekitar 10 menit, suara cairan yang muncrat keluar ketika terdesak oleh penis gue terdengar pelan memecah suasana seru tersebut… Ahhhhhh…great Svachika, spaseba….ughh…’ (thank you..)
Well, the game is not over yet, gue masih membiarkan penis gue terbenam di vagina-nya.
Penis gue saat itu sudah hampir masuk seluruhnya namun Uaisova tiba-tiba berhenti, tampaknya dia menahan sakit. ‘Calm down….’ Dia mengangguk dan tersenyum. Gue usap-usap punggungnya sambil sesekali kuremas lembut dadanya. Dia mendesah dan mulai menekankan tubuhnya makin ke bawah. Penis gue sekarang sudah masuk semua dan dia mulai bergerak berirama naik-turun. ‘Ohhh..hsss….da…ahhhhh…Svachika….ahhhh….I love you darling…ahhh…’ ‘ahh…I love you..ahh…too…ohhhhh……ja diblia lublu Chick moi..’ (I love you Chick darling). Kami mulai bergerak semakin cepat namun tetap mempertahankan irama. Semakin cepat gerakan kami semakin intens pula gue memainkan dadanya hingga ia berteriak-teriak kesetanan, ‘Arghhh….ahhh…..oooohhhhhhhhh……erghhhh…..’ Gue sudah bermandikan peluh begitupun dia. Gerakannya semakin cepat…naik…turun…naik..turun..naik..turun..naik…etc deh…. ‘ARGHHH ….AHHH…….Oh……..hhhhhh…..’ Tiba-tiba dia berteriak kencang sekali. Penis gue terasa hangat terkena cairan yang menyemprot deras di dalam vaginanya. Tubuhnya berkontraksi hebat, pinggulnya membanting ke atas dan ke bawah sementara jari tangannya menancap keras di pundak gue. Penis gue terasa seperti dipijat-pijat oleh gumpalan handuk lembab…rasanya enak sekali… incredible… ‘Ahhh…ohhh….I will coming up againnnnnhhh…..ahhhh….’ ‘Let it be…hhhh….hh…da..heehhhh…uhhh..’ ‘…hhhh…..’ Bersamaan dengan itu tubuh gue mengejang keras lagi. Sperma gue menyemprot deras dan banyak sekali untuk yang kedua kalinya. Tiba-tiba gue rasakan tubuh Uaisova kembali mengejang disertai teriakan keras, ‘Chick moi…ahhhhhh….ohh….man! that’s ahhh…greattt….you are horse’ (gue sempet gak mengerti apa maksud dia dengan kata-katanya..yang jelas gue berasa pegel banget semua sendi-sendi gue…kayak gue habis berenang 10km aja..) Dipijat-pijat oleh dinding vaginanya membuat sperma gue menyemprot semakin banyak. Tubuh kami mengejang cukup lama sampai akhirnya kami terbaring kecapaian. Gue tarik dengan pelan penis gue keluar dari liang vaginanya. Dia masih terpejam, mungkin masih menikmati kenikmatan yang tersisa. But VT4 program in the TV show still not over (gue aja yang bener dibikin over ama dia…) And after that I love to having that course..more and more.

Satu pemikiran pada “VT4

KOMENTAR YANG BERISI ALAMAT EMAIL, NO. TELP/HP ATAU PIN BB PADA BOX KOMENTAR AKAN DIHAPUS OLEH ADMIN (SPAM)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s