Ngentot Pembantu – Yuni Namanya

Cerita Kiriman dari Lutfie Astuti

Kisah Panas Ngentot Yuni,Pembantu Tetanggaku Kesempatan ini aku mau cerita pengalaman panasku bercinta dengan Yuni pembantu tetanggaku,dia berusia 20 tahun,lumayan cantik,berkulit kuning,berpaha mulus,berdada besar. Aku sering sembunyi-sembunyi ngelirik dia waktu nyapu halaman,atau ngepel teras,sungguh memancing hasrat kelelakianku. Katanya sih Yuni pernah gagal nikah karna ditinggal calon suaminya,jadi masih perawan? ah… aku ga yakin… Suatu malam,aku dan beberapa temen berkunjung ke rumah Pak Agus,majikannya Yuni,katanya istrinya Pak Agus sakit,setelah menjenguk sebentar kami memutuskan untuk melanjutkan dengan nonton TV di rumah Pak Agus,kebetulan ada Siaran Langsung Sepakbola.

Dan aku bersama temen2 pun asyik menonton bola. Di sela kami nonton dan ngobrol,Yuni keluar membawa beberapa makanan dan minuman tambahan buat kami,dan mempersilahkan kami minum. Aku melirik ke tubuhnya yang sangat indah dan seksi tentunya,apalagi malam itu ia mengenakan hem warna merah junkies dengan kancing terbuka di bagian atasnya,sehingga belahan dadanya sedikit terlihat,tali BH nya berwana merah muda sangat jelas terlihat membuatku tak berkedip melihatnya. Tanpa kusadari ternyata dia menatapku,terus terang aku sedikit malu karena ketahuan melirik dadanya. Dia menggerakan bola matanya seperti memberikan aku kode sesuatu. Aku dapat menangkap pesannya,mungkin aku ge er tapi ya ga ada salahnya dicoba,sepertinya dia menyuruhku pergi ke belakang… Beberapa menit setelah Yuni masuk,aku melihat sekelilingku,satu persatu dari kami pulang karena ngantuk,ada yang kecewa karena Sepakbola nya kalah,sehingga tinggal Aku Pak Agus,dan Pak Iwan yang masih menonton.

Aku berpura-pura menumpang ke kamar mandi,Pak Agus dan Pak Iwan mengiyakan sambil masih asyik nonton TV. Ternyata dugaanku benar,dan bukan sekedar aku ke ge eran karena waktu aku mau ke dapur,kebetulan aku melewati kamar Yuni yang berada di sebelah dapur,pintunya masih terbuka lebar terlihat Yuni di dalamnya sedang membaca sebuah majalah,aku menyapanya dan bilang mau ke kamar mandi. eh dia malah bilang,mau ditemenin ga ke kamar mandinya? Oh kata-kata itu seperti tantangan dengan nada sedikit nakal… Aku memberanikan diri masuk kamar Yuni,dia diam saja seperti tidak keberatan aku masuk,ternyata Yuni sedang melihat majalah porno,oh ni cewek nakal juga… sambil bercanda aku menggodanya,ah ga enak nonton doang,mending sekalian main… dia jawab nakal,sama siapa sama Bapak aja ya,mau ga? ah.. mendengar jawabnya pikiranku semakin tidak karuan,tapi aku masih belum berani.. Aku tanya balik kan ada Pak Agus,katanya ga mungkin lah Pak Agus kan udah tua paling udah ga kuat… hahhaa… Dia tertawa lepas dan menyandarkan kepalanya di bahuku,di posisi itu terlihat jelas belahan dadanya aku melirik ke dua buah dada yang besar itu,sedikit memantul-mantul saat dia tertawa,tangan kananku memeluknya,dia tiba-tiba terdiam dan menatapku dengan tatapan kosong,Yuni terlihat sangat cantik malam itu,bibirnya merah alami,lehernya putih,ingin sekali aku berlama-lama dengannya malam itu,tangan kanan Yuni memegang dadaku,dia memuji badanku yang atletis,sambil mengelus- elus dadaku,aku menyibakkan rambut panjangnya yang sedikit menutupi dadanya,Aku memberanikan diri untuk menciumnya,kulumat bibirnya,kusedot bibir seksi itu,dia memainkan lidahnya seperti sudah mahir berciuman sambil kuraba bokongnya,kunikmati bibir dan lidahnya kami tenggelam dalam ciuman yang semakin panas.

Tiba-tiba terdengar suara Pak Agus memanggil Dewi,kami pun melepas ciuman kami dan aku pura-pura ke kamar mandi,Yuni ke ruang tamu entah mau disuruh apa? Di dalam kamar mandi aku masih membayangkan ciuman itu,penginnya sih onani di situ,tapi ga nyaman,kamar mandi Pak sempit dan pintunya juga ga bisa dikunci,takutnya tiba-tiba ada yang masuk. setelah kusiram toiletnya,aku membenarkan resletingku dan berbalik,ternyata ada Yuni di pintu toilet,pintu yang tak bisa dikunci itu sudah terbuka dan Yuni berdiri di sana memegang dadanya,kaki kanannya diangkat sedikit,sehingga roknya pun yang pendek terangkat juga,menampakkan pahanya yang putih mulis,seperti sedang memancing gairahku. Aku bertanya bukannya tadi dipanggil Pak Agus,katanya Pak Agus dan Pak Iwan keluar nyari nasi goreng dan suruh bilangin ke aku,katanya aku mau dibungkusin… wah,kesempatan nih. Dia mendekatiku langsung memeluk tubuhku dan menciumku seperti kesetanan,Aku remas dadanya dengan terus menciumi bibirnya dia,kupepetkan dia ketembok,kuraba pahanya disela roknya,kemudian kuciumi lehernya sambil tanganku meraba-raba pahanya terus naik ke atas,aku sentuh memeknya,aku raba- raba memeknya yang hangat dan semakin hangat.

Aku sudah ga tahan ingin melanjutkan ke permainan berikutnya kubuka kancing bajunya,tapi dia menahanku,ga nyaman di kamar mandi,lanjutin di kamar aja. dia menarik tanganku masuk ke kamarnya,dan mengunci pintu. Aku duduk di ranjangnya dia mendekatiku mengangkangkan kakinya duduk di pangkuanku,memeknya menyentuh kontolku tapi masih terhalalang celanaku,ah… aku buka resleting celanaku dan kulepas celana dalamku,aku gesek-gesekan kontolku di memeknya sambil terus menciumi lehernya,tanganku tak lepas dari bokong indahnya terus meremas bokong indah itu.. Yuni mendorongku sehingga aku telentang di kasurnya,dia membuka kancing bajunya satu persatu,kemudian perlahan dia lepaskan BHnya,aku membantunya melepas celana dalamnya kemudian rok nya.. sekarang Yuni sudah telanjang bulat di depanku,aku melepas kaosku dan menarik tubuh Yuni ke atas tubuhku,sekarang kontolku sudah menyentuh memeknya yang semakin hangat dan sepertinya mulai basah,dia menggesekan memeknya ke atas dan ke bawah membuat kontolku semakin tegang dan ingin langsung masuk ke liang nikmatnya. Yuni menciumku bibirku,kemudian leherku,dadaku,perutku,dan sekarang menciumi penisku,dia bertahan di sana,sesekali ia jilat penisku dengan lidahnya,liar sekali,kemudian penisku dikocok-kocok dengan tangannya terus dimasukkan ke mulutnya,oh nikmat sekali. Kontolku sedang bermanja-manja di dalam mulutnya,keluar masuk melewati lidahnya terasa sangat nikmat,oh Yuni terus Yun,aku menjambak rambutnya dan mendorong kepalanya supaya kontolku bisa masuk semua ke mulutnya. beberapa menit aku menikmati sedotan mulut Yuni,sepertinya dia ingin juga merasakannya,kamipun ganti posisi,dia memindahkan pinggulnya ke atas sambil tetap menyedot kontolku,sekarang memek Yuni ada di depan wajahku,kami melakukan posisi 69.

Aku jilati memeknya pelan- pelan,sesekali aku masukkan jariku di memeknya,dia mendesah-desah tak karuan,sepertinya dia juga merasakan nikmat yang tiada tara,Jariku terus keluar masuk ke memeknya,pinggulnya bergoyang-goyang ke atas bawah,terus kukocok dengan jariku dia menghentikan sedotanya di kontolku,merasakan nikmat memeknya aku kocok dan kocok terus,kini memeknya semakin basah,lendir-lendir sudah memenuhi memek dan membasahi jembutnya,tapi aku tidak jijik malah aku semakin terangsang. Sekarang posisi bergantian lagi,karena kami berdua sudah sama-sama semakin terbakar gairah,aku tidurkan dia di ranjang,kaki nya mengangkang memeknya terbuka seperti sudah siap banget untuk dientot.. Aku mengambil bantal dan kuletakkan di bawah bokong Yuni,jadi memeknya agak ke atas,biar kontolku bisa masuk lebih dalam… Ini saat puncaknya,pelan-pelan dan mesra aku cium dahinya,kemudian bibirnya,mulutku menciumi lehernya lagi,kuremas dadanya dengan tanganku mesra,tangannya mengarahkan batang penisku ke memeknya,digesek- gesek dan perlahan kontolku masuk …sleeeppppppp kurasakan nikmat yang tiada tara kontolku masuk ke memeknya yang hangat,dia memelukku erat dan melingkarkan kakinya di punggungku,kemudian kulingkarkan tanganku di punggungnya. Kami berpelukan sangat erat merasakan penetrasi itu,kemudian kutarik sedikit kontolku,kumasukkan lagi,kutarik lagi,dan kumasukkan lagi begitu seterusnya,dan semakin cepat kukocok-kocokan penisku ke dalam memeknya… oh nikmat sekali matanya Yuni terpejam dan mulutnya terbuka terkadang mendesah-desah. oh nikmat sekali.. beberapa saat kemudian pelukannya kurasakan semakin erat,dan menahan gerakanku.

Mungkin Yuni orgasme,dan ternya benar,kontolku merasakan ada cairan hangat membasahi liang vaginanya.. setelah Yuni orgasme,aku mengambil rok Yuni dan kuusapkan ke memeknya untuk membersihkan lendir itu,selanjutnya kuangkat bokongnya dan kuambil bantal yang tadi di bawah bokongnya,kubalikan tubuhnya dan kuangkat pahanya,dia pun sepertinya paham,Yuni jongkok di depan ku,Aku memegang pinggulnya dan kuarahkan kontolku ke memeknya,kami melakukan doggy style,kumasukkan lagi kontolku ke memeknya,dan penetrasi kedua dimulai,dengan gaya anjing seperti ini kontolku bisa lurus tegang keluar masuk memeknya,kedua tanganku membantu dengan menggerak- gerakan tubuh Yuni,tapi dia juga ikut membantu dengan menggerak- gerakkan bokongnya ke depan ke belakang,kontolku dikocok-kocok di dalam memek Yuni,benar-benar nikmat,oh… Yun… goyang terus Yun… dia juga terus mendesah… ayo pak lebih keras lagi pak… oh ah… uh… ah… dia terus mendesah… Kukocok semakin teras kontolku dan semakin ke dalam memek Yuni semakin hangat dan ohhh…. aku hampir orgasme. aku langsung menarik ke luar kontolku dari memek Yuni kukocok kontolku dengan tanganku dan Yuni tidak mau menyia- nyiakan kesempatan ini,dia langsung mengarahkan mulutnya ke kontolku,dimasukkan kontolku ke mulutnya sambil terus aku kocok kontolku,dan ohhhhhhhh spermaku muncrat di dalam mulut Yuni kukocok terus semakin pelan,Yuni menelan semua spermaku dan beberapa sisanya membasahi bibirnya… oh aku puas sekali malam ini… setelah permainan selesai aku cium bibirnya dan sambil memakai baju ia berbisik padaku “Terima kasih ya pak,
bapak hebat, kapan2 kita ulang lagi ya” Aku pun berpamitan pulang,dan minta dipamitkan ke Pak Agus,alasanku ngantuk besok harus kerja,nasi goreng biar buat Yuni aja…. hehehe dalam hatiku,pelayanan Yuni sudah sangat cukup memuaskan aku… makasih Yun…

KOMENTAR YANG BERISI ALAMAT EMAIL, NO. TELP/HP ATAU PIN BB PADA BOX KOMENTAR AKAN DIHAPUS OLEH ADMIN (SPAM)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s