Ibu Lestari Ibu Temanku

Ini adalah kisah nyata yang pernah dialami oleh sahabatku, namanya Roni, dia mempunyai seorang teman bernama Heri, Roni sering berkunjung kerumah heri, karena mereka adalah sahabat semenjak kecil, roni sangat akrab dengan keluarga heri, bahkan sejak kecil roni sudah diasuh oleh mamanya heri, yang bernama ibu Lestari. Saat itu bu Lestari berusia 35 th dia memiliki tinggi badan 167 cm dengan bentuk payudara 36b dan pinggulnya lebar serta pinggangnya langsing.

Warna kulit sawo matang dan rambut yang sebahu. bu Lestari sangatlah perhatian dan sayang terhadap roni walaupun roni hanyalah teman dari anaknya. antara roni dengan bu lestari sangatlah dekat dan akrab sehingga roni sering berkunjung ke rumah heri, di keluarga heri tidak menaruh curiga terhadap kedekatan antara bu lestari dan roni.

Langsung saja ceritanya
Pada suatu hari di hari libur roni berkunjung ke rumah heri, saat itu sekitar jam 8 pagi,
tok..tok..tokk.. permisi… ehh.. kamu ron, mari silahkan masuk.. lalu roni masuk kerumah dan duduk di ruang tamu bersama bu Lestari.
bu, heri-nya ada bu,,
heri sedang keluar kerumah temannya ron. kamu di sini saja ya… kata bu lestari soalnya orang-orang di rumah sedang pada keluar rumah saya sendirian disini..
tunggu dulu ya.. ibu siapkan makanan dan minuman buat kamu…, terimakasih bu..
selang beberapa menit bu Lestari keluar dari dapur dan menyuguhkan makanan dan minuman buat roni. ayo silahkan dimakan ron.., kamu pasti dari rumah belum makan, iya kan…? roni tersenyum… ehhh… iya bu.. soalnya tadi saya tergesa-gesa ingin bermain dengan heri. wah,, sayang kamu ron, heri sudah pergi duluan dari tadi jam 6 pagi, kamu terlambat deh, memangnya kamu sama heri mau pergi ke mana , tanya bu lestari.
“saya tadi mau mengajak heri pergi kerumah teman bu, tapi herinya sudah terlanjur pergi”
“emmm, ya sudah ini makanannya dimakan dulu, entar kamu laper lho, saya mau mandi dulu, kamu disini saja ya, ayo di makan,” baik bu, terimakasih bu, wah saya telah merepotkan ibu,
“ah, biasa saja, kamu kan sudah lama bersama heri di rumah ini, dan sudah saya anggap seperti keluarga sendiri.” kmudian bu lestari kebelakang dan masuk ke kamar mandi. dan roni diruang tamu sambil makan makanan yang telah disuguhkan oleh bu lestari.

Selang beberapa menit, bu lestari keluar dari ruang belakang dan menuju ke ruang tamu, dia hanya memakai BH berwarna putih, dan rok tipis berwarna putih panjangnya sampai ke lutut, dengan rambut sebahunya yang masih basah sambil dikeringkan dengan handuknya, tanpa rasa malu, karena bu lestari sudah terbiasa dengan roni saat masih kecil, roni sering melihat bu lestari bertelanjang setengah badan, sehingga bagi roni hal tersebut sudah sangat biasa lebih-lebih itu adalah ibu temannya dan juga sudah dianggap sebagai ibunya sendiri.
” ron,, ayo diteruskan makanannya, itu masih ada roti snack banyak kok,,makan saja,” begitu perhatiannya bu lestari terhadap roni, ” iya.. bu ini sudah saya makan sebagian rotinya, ” kama mau nambanh lagi makanannya ron ,” ah,, tidak bu sudah kenyang.
” baiklah ibu ganti baju dulu ya” lalu bu lestari masuk ke dalam kamar tidur utamanya dan bu lestari ganti baju di dalam kamar itu. setelah selesai, bu lestari keluar kamar dan menemui roni,” ron, gimana, makanannya enak enggak, ini masakan ibu sendiri lho, ” enak, kok bu, bahkan saya sekarang sudah kenyang. selang beebrapa menit roni berbincang-bincang dengan bu lestari kemudian roni pamit pulang karena roni merasa tubuhnya capek. ” bu, saya pamit pulang dulu,” ” kenapa kamu ron, kok terburu-buru, kan kamu belum ketemu sama heri,
” iya bu, besok-besok saja, soalnya badan saya capek bu, kemarin habis main futsal di lapangan bersama teman-teman”.
Kemudian keluar rasa keibuan bu lestari terhadap roni,. ” ron,,, kamu capek ya…? kemudian bu lestari mendekati roni yang duduk di kursi ruang tamu itu, sambil bu lestari memegang punggung kanan roni,
“kamu baik-baik saja kan ron,? sambil mengelus-elus punggung roni.
“ahh.. enggak apa-apa bu, roni cuma capek sedikit kok paling nanti juga akan hilang rasa capeknya”
bu lestari : ” sudah lah ron,, kamu disini saja dulu,, kalau kamu gak keberatan ibu bisa mijitin kamu kok,,”
” ah, tidak usah bu,, saya sudah banyak ngerepotin ibu,”
tidak apa-apa ron,,, anggap saja seperti rumah sendiri, ibu gakapa-apa kok,, malahan saya senang bisa membantu kamu, kamu kan banyak membantu ibu , dan keluarga ibu di rumah ini,”
dengan rasa keibuan itu maka roni tidak dapat mengelak keinginan dari ibu lestari. kemudian dengan rasa penuh kasih sayang dan perhatian, bu lestari mengajak roni untuk masuk ke kamar depan dekat ruang tamu itu.
setelah roni dan bu lestari masuk ke dalam kamar, roni meminta bu lestari untuk menutup pintu depan, supaya tidak ada orang yang melihat, karena roni sangat malu jika dilihat seseorang nantinya.

Setelah itu, bu lestari menyuruh roni untuk tengkurep di ranjang tempat tidur bu lestari yang ranjangnya terbuat dari besi, seperti ranjang-ranjang tempo dulu, dengan ditutupi selambu.

Setelah roni tengkurep, bu lestari duduk disamping roni di pinggir ranjang dan memijit tubuh roni, ” ron..? iya bu…
apa kamu sudah mendingan sekarang,.. iya bu.. jawab roni, “pijitan ibu enak dan lembut”.

Bu tari hanya tersenyum melihat ekspresi roni saat merasakan pijatan tangan bu lestari di tubuhnya. selang beberapa menit berlalu bu lestari memijat tubuh roni, lalu roni membalikkan tubuhnya menghadap bu lestari, kini bu lestari berhadap-hadapan dengan roni sambil kedua tangannya memijat dada, lengan tangan dan perut hingga kaki roni. ” gimana ron, sudah tambah enakan sekarang ” ? ” sudah bu, kemudian roni bangkit dari tidurnya, ” bu, apa ibu juga mau roni pijitin bu,?
” bu lestari tersenyum : emmm,, tidak ron terimakasih, ibu tidak terlalu pegal-pegal kok ”
sambil berkata halus dan sopan roni menawarkan kepada bu lestari untuk di pijit” maaf bu, mungkin kalau ibu kepengen sekedar di urut, roni bisa membantu ibu,” soalnya ibu juga telah membantu roni dan banyak berbuat baik kepada roni selama roni ada di rumah ibu. ” dan sekarang roni pengen balas budi kepada ibu”
” baiklah ron kamu memang anak yang lugu dan jujur ”
kemudian bu lestari tengkurap di atas ranjang tidurnya, dan roni duduk di samping kiri tubuh bu lestari.
” bu, ibu mau melepas baju? sambil menoleh ke arah roni, bu tari lalu melepas bajunya dan BHnya, sehingga sekarang bu lestari hanya telanjang setengah badan, “apa kamu sudah punya pacar ron”, belum, bu. … jawab roni, sambil terus roni memijat tubuh bu lestari bagian atas punggung dan pinggangnya naik turun dengan sedikit remasan dan tekanan. sambil terkadang bu lestari meringis dan sedikit mendesah. ” bu, roknya saya angkat sedikit ya bu, biar mudah mijitin kakinya, ” iii…yyaa… ron,..
suara bu lestari di balik bantal yang berada di wajahnya… ehhhhh…. esss…emmmmhhh… suara bu lestari.

Dengan sigap roni saat itu membuka dan mulai sedikit melepaskan rok bu lestari yang selutut. dan mula-mula roni hanya memijat kaki sambil sedikit demi sedikit melepas dan meloloskan rok yang di pakai oleh bu lestari hingga rok itu terlepas dari kakinya,bu lestari tanpa sadar bahwa roknya sudah meninggalkan tubuhnya, karena dirinya telah dilanda rasa nikmat oleh pijatan tangan roni. selang beberapa saat. bu lestari baru tersadarkan jika dirinya telah mendapatkan tubuhnya telanjang dan hanya memakai cd warna putih.. dan dari tadi roni juga sudah tidak tahan dengan keadaan seperti itu, melihat tubuh molek ibu temannya, yang sedang dipijit olehnya
sambil memijit dan melepaskan rok bu lestari, roni diam-diam telah melucuti baju dan celana pendeknya, dan membuang baju dan celananya itu menjauh dari tempat tidur, bersama dengan rok bu lestari, sehingga roni sekarang hanya memakai cd saja.
setelah bu lestari dan roni keduanya hanya memakai cd, roni masih tetap memijat tubuh bu lestari.
” ron… ehh.. apa yang sedang kamu lakukan,,
” saya memijit bagian kaki dan punggung bu..”
ronn…? kok roknya kamu lepas..” bu lestari lalu membalikkan tubuhnya. dan duduk menghadap roni, sambil wajahnya panik, dengan nafas sedikit memburu.
” apa-apaan ini roonn..! lalu bu lertari mencari pakaian dan roknya. yang berjatuhan di lantai..saat bu lestari akan turun dari ranjang, roni mencegahnya dan berkata : ” biar roni pijit dulu bu,… kan belum tuntas.
” iya.,,, ron, tapi ibu enggak boleh seperti ini sama kamu ..?
” enggak apa-apa bu, ibu tenang saja, sama roni aman kok bu, tidak ada siapa-siapa.”
” ron ibu takun nak… kalau ada yang tau ”
roni menyakinkan hati bu lestari, ” enggak bu, aman kok, tenag saja pokoknya bu, ibu sudah saya anggap ibu sendiri. kemudian roni mendorong tubuh bu lestari dan menidurkannya kembali dengan lembut dan halus . ” benar ya ron.. kita enggak boleh ngapa-ngapain, cuma dipijit saja ya ..? ” pinta bu lestari . ” iya bu, wong roni cuma mijitin ibu.

Selang beberapa menit, setelah roni memijit tibuh bu lestari dari punggung hingga kakinya bu lestari beberapa kali mendesis dan meminta untuk menghentikan pijitannya “roonnn… uhh.. ah…esssh. berhenti nak? sudah,, ibu sudah cukup dipijit,, tidak usah diteruskan. ”
kenapa bu,, jawab roni .” ibu geli dan malu sama kamu roonn. sambil muka memelas dan kedua tangannya menutupi payudaranya.
“tenang bu, roni tidak akan macam-macam sama ibu, dengan senyuman roni, lalu ibu lestari membalasnya dengan senyuman seorang ibu pada anaknya, baiklah ron.. tapi jangan lama-lama ya, ” iya bu,
setelah lama dipijit dan bu lestari benyak mendesah karena nikmat dipijit, ” bu,?.. boleh roni netek ke ibu, sambil roni memegangi tetek kiri lestari.
“apa…?! kamu mau netek ibu ronn..? sambil pentil yang berwarna hitam kecoklatan itu di pelintir roni dengan jarinya.
” iya… bu jika ibu mengijinkan roni akan menetek ibu…”
dengan nafsu yang sudah diatas ubun-ubun bu lestari mengijinkan roni. ” baiklah roonn …? eshhhsss…

Lalu roni mulai mengecup puting payudara bu lestari, dan tangannya tidak lagi memijit tubuhnya lagi, dan sekarang roni hanya fokus dengan menetek puting bu lestari.
roni menyedot menjilat, menggigit-gigit dan menciumi payudara dan puting itu secara bergantian.
ahhh….ahh…ehhhs..ss…ssmmmm…ahh.. uhhh… roonn…? jangan…ronnn… jangan lama-lama… aku sudah enggak tahan…
roni masih terus beraktififat di payudara bu lestari dan tubuh roni sudah menindih tubuh bu lestari..
emmmph……hemm…..mpuuah… cup-cuo…cup…emmpuah…
roni menetek payudara bu lestari.
kemudian roni mulai menciumi leher, punggung, lengan tangan kanan dan kiri,wajah, dagu,dada, lalau merambat ke perut dan pinggulnya, sambil tangannya tetap meremas-remas payudara.. terus menjulurkan lidahnya ke bawah, hingga paha dan betis kaki jenjang bu lestari,

Dalam posisi konvensional itu lidah dan mulut roni telah naik turun menciumi dan menjilati tubuh bu lestari ” ahh.. sudah lah ronnn… ibu sudah gak tahan ini… hentikan saja… nak.. jangan diteruskan.. tadi kan kita hanya memijit saja..
tidak lebih seperti ini…. ahhhh… uhhh… ehhhsss….
roni masih terus melakukan aktifitasnya. setelah selesai roni membalikkan tubuh bu lestari hingga tengkurap. ”
bu,,, saya hanya mengelus-elus saja bu sama netek ibu, saya pengen netek ibu… dan roni janji tidak akan membukan cd ibu. kita gak akan buka cd bu….”
emmmuahh-sup..sup… cuupp..cupp… roni tetap menciumi punggung bu lestari. ” lama kelamaan mereka berdua sudah taidak tahan dengan pergumulan itu. dan roniterus menyerbu tubuh bu lestari dengan menjilati menyedot menciumi, bahkan meremas-remas tubuh bu lestari dari kepala, dada, punggung, tangan , payudara, perut yang sudah kelihatan buncit, paha, pinggul.

Dan sesekali roni menciumi dan menjilati vagina bu lestari dari luar cd. ” ehhh… jangan di situ roon.. ibu taku….t henti…kann.. eahhh… lalu bu lestari mencapai orgasme yang pertama.. cre….tcreet…creet… suur..surr… ahhh… aku sampai rooo…..? ahhh..uh… dengan nafas ngos-ngosan. lalu cd itu sudah dibanjiri oleh air cinta milik bu lestari. setelah itu tanpa ada hentinya roni terus menjalankan aksinya terus-menerus ke arah sensitif milik bu lestari. hingga pada akhirnya bu lestari tidak tahan dengan serangan dari roni.. dan dengan akal sehat bu lestari kemudian memelorotkan cd nya sendiri dan dengan sigaproni membantunya dan seketika itu bu lestari bugil tanpa sehelai kain yang menutupi tubuhnya. kemudian dengan cepat roni membentuk gaya 69 dan bu lestari meciumi cd roni, sedangkan roni menciumi memek bu lestari, lama-kelaman tangan bu lestari kembali membuka cd pasangannya yang berada di atas tubuhnya, dan sekali dilepas.. bulll…. mencuatlah penis roni yang panjangnya sekitar 15 cm.. dan bu lestari dengan bernafsu menjilati penis itu..

Setelah berlangsung cukup lama, kedua anak manusia berbeda jenis dan usia ini melakukan pergumulan, lalu roni mengangkangkan kedua kaki bu lestari, yang sontak membuat bu lestari kaget dan memelototkan matanya, ” rooo.. apa yang akan kamu lakukan…?”’ hah…..h jangan nak… ibu takut… jangan perkosa ibu nak….” tenang saja bu, roni gak akan perkosa ibu.. tenang saja lah bu…” sekarang coba ibu rasakan ini…”
lalu roni mencoba menjilati dan menusuk-nusuk memeknya dengan dua jari ” ahhh… ah… uhh..uhh.. yeahh… ennnakkkkk….. rooon… tanpa disadari oleh bu lestari roni langsung menancapkan penisnya ke arah liang peranakan bu lestari yang dipenuhi hutan lebat itu… dengan sekali hentakan bleessss.. masuk dan penis itu ditelah habis oleh memek bu lestari, yang telah banyak dibanjiri dengan air cintanya.. ” ahhh… tiidaaakkkkkk…..! bu lestari berteriak histeris merasakan kontol roni amblas di dalam memeknya.. roonnn…kamu jahhhaaa…! bajingann……kamu…!

Roni lalu memaju mundurkan goyangannya, yang selalu diikuti oleh bu lestari… plok….plok…plok…plok…plok.. bunyi suara hantaman paha roni dan bu lestari. ahh.. uhh… ahh.. huuhhh..hehhh… mereka saling beradu suara yang bergemuruh di dalam ruang kamar yang sangat panas tersebut. mereka lalu melakukan berbagai gaya mulai dari gaya nungging, kemudian gaya miring, 69, saling memangku. kedua insan itu telah dilanda kenikmatan yag tinggi dan mereka berdia bugil tanpa memperdulikan suara-suar di luar rumah, seperti suara anak-anak yang sedang bermain, suara kendaraan, mereka tidak menghiraukannya dan mereka terus saling bercumbu satu sama lainnya, keingat bercucuran diantara kedua tubuh manusia yang sedang dilanda nafsu cinta inu, suara ranjang mulai berderit kencang. brug..brugg.. ahh..uh… ehhh… uoohhh… cit…citt… bu lestari naik turus menggelinjang, mendesah menjerit-jerit. hingga akhirnya roni menindih tubuh bu lestari yang sudah lemas dan rambut yang acak-acakan. kemudian roni menancapkan kontolnya ke dalam memek bu lestari bleess… ahh.. kedua insan itu mendesah.. dan roni menggenjot maju mundur plok..plok..plok..plok… ahhh.. beberapa menit kemudian roni tidak mampu menahan laju sperma.. ahh.. ahh.. sambil memaju mndurkan tubuhnya dan berjingkrak-jingkrak… ahh.. bu… bu.. ahh.. roni mau keluar bu… uhh nikmat nya, sambil melotot roni mencengkeram dan memeluk erat tubuh bu lestari..” rooonn… ahh… jangan … keluar di dalamm rooon.. ibu takut .. nanti aku bisa hamiilll… ahhh… sambil mendongak keatas ahhh…” janggannn… di dadalma nak..” bu tari mengerti jika roni akan keluar dan memuntahkan pejunya ke dalam memek bu lestari… namun semua itu sudah terlambat roni dengan buasnya tak memperdulikan ucapan bu lestari… dan ahhhh… keelll..luaarrrrrr….., crroott….croott…crooott… creet…creet.. peju roni masuk dan membrondong memek bu lestari tanpa ampun. maninya keluar sangat banyak sekali ahhhh… roooonnnn,…. mata bu lestari terpejam lalu terbelalak… kurrrang.. ajjarrr… kamu … hahh… euhh,, huh…hu..huh…. lalu roni ambruk memeluk tubuh bu lestari… ahh…

Setelah itu mereka terdiam sejenak menyesali perbuatan yng telah mereka lalukkan. maafkan saya bu.. roni janji gak akan mengulainginya lagi. lalu bu lestari pergi keluar kamar sambil menutupi tubuhnya dengan selimut dan duduk di kursi ruang tamu sambil menangisi dirinya sendiri.

Singkat cerita beberapa hari setelah kejadian itu bu lestari hamil dari hubungannya dengan roni. tanpa sepengetahuan keluarga mereka berdua… karena saat mereka bersebadan bu lestari dalam keadaan subur dan roni juga baru pertama kalinya berhubungan badan dengan wanita yaitu bu lestari. dialah wanita yang telah mendapatkan keperjakaan roni.

*Dikirim oleh arif hermawan rixy***(at)yahoo(dot)com

KOMENTAR YANG BERISI ALAMAT EMAIL, NO. TELP/HP ATAU PIN BB PADA BOX KOMENTAR AKAN DIHAPUS OLEH ADMIN (SPAM)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s