VT4

Thanks Wiro, gue bisa seneng banget punya kesempatan untuk menulis sesuatu di CCS. Walaupun baru kali ini gue tulis cerita ini (well, honestly ini true story and kejadiannya hampir setahun yang lalu… walaupun boleh dibilang basi tapi ini merupakan memori yang gak bakalan gue lupakan)

Gue sekolah di Eropa, tepatnya negara di B. Semasa gue sekolah gue punya pacar orang Rusia. Gosh, jujurnya dia cantik bleh, gak asli Rusia tapi campuran antara Turkish juga (great deal deh!) Gue gak nyangka kalo dia bisa jadi pacar gue, namanya juga jodoh sih buat apa dipikirin. Panggil aja dia Uaisova, dengan badan yang tinggi sekitar 170 an dan besar dada sekitar 36an (entah deh yang tepatnya) tapi gue sempet ‘kejadian’ sama doi. Baca lebih lanjut

ENAKNYA KANTOR PAPA

Nama saya Susan. Saya dulu tinggal dikawasan CP Jakarta. Yang jelas waktu saya masuk kuliah, saya udah nggak perawan lagi. Saya pernah ngentot sama pacar saya waktu di SMA, di kantor papa saya.

Ceritanya gini. Lingkungan sekolah saya termasuk lingkungan privasi suatu kalangan. Jadi yang ada hubungannya dengan kegiatan keluarga ditanggung di satu tempat. Pada hari libur menjelang ujian, saya ngetik karya tulis syarat ujian di kantor bokap saya yang jelas sepi, ditemenin sama pacar saya, dengan inisial B. Waktu itu saya berpakaian cukup seksi. Kaos putih tipis hingga tembus pandang ke BH, rok pendek luwes berwarna hitam. Dengan celana dalam pink favorit saya yang tipis juga. Seperti biasa, waktu istirahat ngetik, saya dan B bercumbu mesra. Saling berciuman bermain lidah, dan seperti biasa juga B mulai meraba-raba kedua belah paha saya dan meremas buah dada dan mempermainkan puting susu saya. Kenikmatan itu sudah sering terjadi, dan hanya sampai disitu. Baca lebih lanjut

MARKETING RUMAHKU

Namanya Lin ( nama lengkapnya dirahasiakan untuk menjaga privacynya ). Dia bekerja di bagian marketing sebuah real estate di Jakarta Selatan. Aku mengenalnya dalam hubungan bisnis karena membeli rumah melalui dia.Hanya sebatas itu. Kami sering bertelepon urusan rumahku.

Suatu siang aku jalan ke untuk sekedar melihat pameran perumahan yang sering diselenggarakan di suatu tempat di kawasan Senayan. Kebetulan aku ketemu Lin yang sedang jaga stand real estatenya. Kami ngobrol membicarakan perkembangan rumah yang kubeli. Tanpa sadar sudah jam dua. Sebenarnya masih ada yang masih harus kutanyakan. Tapi aku ada janji bisnis lain. “Bagaimana kalau diteruskan nanti ?”, tanyanya. Kami sepakat bertemu lagi jam 9 malam setelah jam pameran selesai. Baca lebih lanjut